FAKTA WARGA – Presiden RI Prabowo Subianto mencuri perhatian dalam Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, pada Selasa (23/9/2025). Dalam pidato berapi-apinya, Prabowo tercatat delapan kali menghentakkan tangannya ke podium untuk menekankan berbagai pesan penting, mulai dari perjuangan Indonesia melawan penjajahan hingga dukungan tegas terhadap kemerdekaan Palestina.
Aksi tersebut menuai pujian dari pendahulunya, Joko Widodo. Saat ditemui awak media di kediamannya di Solo, Jumat (26/9/2025), Jokowi menyebut gaya orasi Prabowo sebagai hal positif dan bahkan menyebutnya sebagai “brand baru” dalam diplomasi Indonesia.
“Saya kira sangat bagus, terutama yang berkaitan dengan kemerdekaan Palestina. Ditambah dengan gaya menggebrak meja, itu menjadi sebuah brand baru,” kata Jokowi sambil menirukan gestur Prabowo.
Baca Juga : Abu Bakar Ba’asyir Temui Jokowi, Sampaikan Nasihat soal Hukum Islam
Tak hanya itu, Jokowi juga mengapresiasi isi pidato Prabowo yang menurutnya tegas, berani, dan jelas.
Menanggapi pujian tersebut, pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai hal itu bukan sekadar sanjungan biasa. Menurutnya, komentar Jokowi mengandung makna simbolis yang menunjukkan kesinambungan antar-pemerintahan dan relasi kuat antara Jokowi dan Prabowo.
“Ini bukan hanya pujian personal, tapi juga bentuk dukungan moral, sosial, bahkan politik. Ini mencerminkan kedekatan dan kesinambungan antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo sebagai presiden,” ungkap Efriza saat tampil di program Apa Kabar Indonesia Pagi di kanal YouTube tvOne News, Senin (29/9/2025).
Lebih lanjut, Efriza menyebut sorotan terhadap komentar Jokowi tidak lepas dari statusnya sebagai mantan presiden yang masih berpengaruh, serta fakta bahwa putranya kini menjabat sebagai wakil presiden.
“Pak Jokowi tetap punya magnet besar di masyarakat. Itu sebabnya setiap pernyataannya, termasuk soal pidato Pak Prabowo, langsung jadi perhatian,” jelasnya.
Delapan Momen Prabowo Menggebrak Podium di PBB:
- Saat membahas sejarah penjajahan Indonesia yang memperlakukan rakyat lebih hina dari binatang.
- Ketika menyoroti perjuangan kemerdekaan dan tantangan kelaparan serta kemiskinan.
- Saat menekankan peran Indonesia sebagai penyumbang besar pasukan perdamaian PBB.
- Menegaskan visi mengangkat rakyat dari kemiskinan dan menjadikan Indonesia pusat solusi global.
- Saat mengapresiasi dukungan dunia terhadap Palestina.
- Menyatakan bahwa negara lemah jika bertindak sendiri.
- Menegaskan dukungan Indonesia terhadap solusi dua negara (two-state solution).
- Mengajak seluruh umat beragama untuk bersatu sebagai satu keluarga umat manusia.
Sidang Majelis Umum ke-80 PBB ini menjadi penanda kembalinya Indonesia ke panggung diplomasi global setelah satu dekade. Dengan tema “Better Together: 80 Years and More for Peace, Development, and Human Rights,” forum ini fokus pada kerja sama global di tengah tantangan seperti perubahan iklim, konflik, dan ketimpangan global.




