Fakta Warga – Pemerhati UMKM sekaligus Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Mulyadi Tawik, menegaskan pentingnya memperkuat peran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui wadah organisasi yang solid dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Musyawarah dan Konsolidasi Asosiasi Pengusaha Kecil Menengah Mikro Nusantara (APIMSA) Provinsi Kalimantan Barat di Cafe RBK Reformasi Pontianak, Jumat (31/10/2025).
Kegiatan yang mengusung tema “Menguatkan Asta Cita Kewirausahaan Melalui Peran APIMSA dalam Mendorong UMKM Kalbar Go Digital, Go Nasional, Menyongsong Indonesia Emas 2045” itu menjadi momentum penting dalam penguatan ekosistem UMKM di Kalimantan Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Mulyadi Tawik yang juga merupakan mandataris pembentukan pengurus APIMSA Kalimantan Barat, menyampaikan harapannya agar APIMSA dapat menjadi wadah perjuangan ekonomi rakyat yang berdaya dan mandiri. Ia menilai kehadiran organisasi ini sangat strategis dalam menjawab berbagai persoalan yang selama ini dihadapi pelaku usaha kecil dan menengah di daerah.
Menurutnya, isu utama yang perlu mendapat perhatian serius meliputi perizinan dan kebijakan publik, akses permodalan, inovasi teknologi, serta perluasan pasar. Banyak pelaku UMKM di Kalbar yang masih terkendala dalam memperoleh legalitas usaha, sehingga sulit mendapatkan akses pembiayaan dan dukungan dari lembaga keuangan.
“APIMSA harus menjadi jembatan yang memudahkan pelaku UMKM mendapatkan perizinan, akses modal, serta ruang pemasaran yang lebih luas. Organisasi ini jangan hanya berhenti di tataran seremonial, tapi benar-benar bekerja untuk kepentingan pengusaha kecil,” ujar Mulyadi Tawik.
Baca Juga: Resmi Pimpin APIMSA Kalbar, Dr. Ita Nurcholifah Siap Dorong Kemandirian UMKM Daerah
Ia juga menyoroti pentingnya adaptasi digital di tengah era disrupsi. Menurutnya, UMKM harus mampu bertransformasi dan berinovasi dengan memanfaatkan teknologi informasi, terutama platform digital seperti e-commerce dan media sosial untuk memperluas pasar.
“UMKM Kalbar harus kita dorong agar siap bersaing di tingkat nasional bahkan global. Literasi digital dan kemampuan adaptasi teknologi menjadi kunci agar pelaku usaha kita tidak tertinggal,” tambahnya.
Selain aspek digitalisasi, Mulyadi menilai masih banyak UMKM yang kesulitan memperluas jaringan pasar akibat lemahnya strategi promosi dan dominasi pasar oleh pihak tertentu. Karena itu, ia berharap APIMSA bisa menjadi wadah kolaboratif bagi para pengusaha kecil menengah di Kalbar untuk saling memperkuat jaringan dan membangun solidaritas ekonomi.
Dalam musyawarah tersebut, terpilih Dr. Ita Nurcholifah, S.EI., M.M. sebagai Ketua Pengurus Wilayah APIMSA Kalimantan Barat periode 2025–2030. Mulyadi menyampaikan apresiasinya dan berharap kepengurusan baru ini mampu membawa semangat baru dalam menggerakkan ekonomi rakyat.
“Saya berharap APIMSA Kalbar mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan dan membuka akses seluas-luasnya bagi UMKM. Melalui sinergi dan kolaborasi, kita wujudkan UMKM Kalbar yang berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.
Dengan semangat “APIMSA, Pengusaha Bersatu, Nusantara Maju,” kegiatan ini menandai langkah nyata kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memperkuat kemandirian ekonomi Kalimantan Barat.




