Fakta Warga – Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan 2025. Persatuan Mahasiswa Mempawah (PRISMA) menggelar Mimbar Bebas di kawasan Waterfront Taman Mempawah.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan pemuda untuk menyampaikan aspirasi serta kritik konstruktif terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Mempawah.
Puluhan mahasiswa dan pemuda dari berbagai kecamatan hadir memadati area Waterfront. Dalam suasana orasi yang berlangsung damai, para peserta menyuarakan sejumlah isu penting yang dianggap mencerminkan keresahan masyarakat.
PRISMA menyampaikan enam tuntutan utama dalam mimbar bebas tersebut, di antaranya mendesak keterbukaan informasi publik dan transparansi media digital Pemkab serta OPD Mempawah. Meminta solusi konkret atas pemangkasan Transfer Ke Daerah (TKD), mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur. Menuntut audit transparan terhadap pemerintahan desa se-Kabupaten Mempawah, serta mengevaluasi kualitas pelayanan publik di tiap OPD.
Baca Juga: Cuaca Kalbar Hari Ini: Pagi Cerah, Sore Waspadai Hujan Petir
Selain itu, PRISMA juga menuntut penghapusan tunjangan tambahan penghasilan (TPP) bagi Sekda dan kepala dinas sebagai langkah efisiensi anggaran daerah. Ketua PRISMA, Riko, dalam orasinya menegaskan bahwa gerakan ini bukan bentuk perlawanan, melainkan wujud kepedulian terhadap arah pembangunan daerah.
“Kami berdiri di sini bukan untuk menentang pemerintah, tapi untuk mengingatkan bahwa transparansi, pemerataan, dan keberpihakan pada rakyat kecil adalah roh dari pemerintahan yang berdaulat,” ujar Riko di hadapan peserta aksi.
Sementara itu, Sekretaris PRISMA, Khoirul Abror, menyebut kegiatan ini juga menjadi refleksi semangat kepahlawanan di era modern.
“Semangat Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan harus diterjemahkan dalam keberanian bersuara untuk kebenaran. Mahasiswa hari ini harus menjadi penggerak moral dan sosial di daerahnya,” katanya.
Kegiatan mimbar bebas berlangsung tertib dan kondusif dengan pengamanan aparat kepolisian setempat.




