Antisipasi Karhutla, Pihak BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di lima provinsi. Sebagai langkah antisipatif terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada periode Juli hingga September.
BMKG, singkatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, adalah sebuah lembaga pemerintah non-kementerian di Indonesia yang bertanggung jawab atas pemantauan dan penyampaian informasi mengenai kondisi meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
Pihak BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di lima provinsi sebagai langkah antisipatif terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada periode Juli hingga September.
Dari lima provinsi tersebut, satu di antaranya yakni provinsi Kalimantan Barat. Kemudian Riau, Jambi, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Tengah.
Di lansir dari tribunpontianak.co.id, Koordinator Data dan Informasi Stasiun Meteorologi kelas I Supadio Pontianak, Sutikno mengungkapkan bahwa provinsi yang menjadi target OMC terjadwal secara rinci.
“Untuk di Kalimantan Barat akan terlaksana pada hari ini (25 Juni) hingga 5 Juli 2024 mendatang,” Selasa 25 Juni 2024.
Sebelumnya, OMC sudah sementara dilakukan di Riau pada tanggal 14 Juni-3 Juli dan Jambi pada tanggal 20 Juni-1 Juli 2024.
BACA JUGA: Bakal Calon Gubernur Kalbar: Muda, Sutarmidji, dan Lasarus
Kemudian di lanjutkan di Kalimantan Barat pada tanggal 25 Juni-5 Juli, Sumatra Selatan pada tanggal 3-12 Juli dan Kalimantan Tengah pada tanggal 5 Juli-15 Juli 2024.
“OMC ini di lakukan untuk membasahi lahan gambut dan mengisi kubah-kubah air di lahan gambut. Pembasahan lahan gambut di lakukan sebelum memasuki puncak musim kemarau untuk menekan potensi lonjakan hotspot,” jelasnya.
Antisipasi Karhutla, Untuk itu BMKG berkomitmen dan terus mengembangkan serta menerapkan Operasi Modifikasi Cuaca. Sebagai upaya mitigasi bencana, guna melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak buruk Karhutla.




