Fakta Warga – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Kalimantan Barat menegaskan sikap politiknya dengan menolak niat bergabungnya Budi Arie Setiadi ke dalam partai berlambang garuda tersebut.
Penolakan itu di sampaikan langsung oleh Ketua DPD Gerindra Kalbar, Yuliansyah. Dalam deklarasi bersama yang di dukung oleh 14 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Kalimantan Barat.
Dalam pernyataannya di Kantor DPD Gerindra Kalbar, Yuliansyah menilai langkah ini penting untuk menjaga marwah, tradisi. Serta kemurnian ideologi kaderisasi partai. Ia menegaskan, Gerindra bukanlah tempat bagi mereka yang datang hanya karena partai sedang berada di puncak kekuasaan.
“Gerindra adalah Partai Kader yang tumbuh besar dari pengorbanan nyata. Bukan karpet merah bagi kepentingan yang datang hanya saat partai sedang kuat,” ujar Yuliansyah.
Ia menambahkan, proses pengkaderan di Gerindra di bangun secara sistematis, berjenjang, dan berlandaskan ideologi perjuangan partai.
“Kami menolak figur yang hadir hanya sebagai penumpang kemenangan,” tegar Kerua DPD Gerindra yang seri disapa bang Yul itu.
Baca Juga: Bupati Erlina Dukung Penuh Peserta Mempawah di Pesparani Kalbar 2025
Sikap tegas ini merupakan bentuk respons terhadap aspirasi 14 DPC di seluruh Kalimantan Barat. Yang meminta agar DPD menjaga integritas partai dari infiltrasi unsur oportunistik. Menurut Yuliansyah, Gerindra berdiri di atas fondasi keikhlasan dan loyalitas kader, bukan kepentingan sesaat.
“Kami memiliki banyak kader yang telah berkorban waktu, tenaga, dan harta. Ada kader setia yang memilih terpinggirkan karena mempertahankan kesetiaan, bukan kekuasaan. Mereka adalah bukti bahwa Gerindra berdiri di atas keikhlasan, bukan oportunisme politik. Kehadiran figur baru yang muncul hanya ketika partai berada di puncak kekuasaan adalah bentuk pragmatisme semata,” tegasnya.
Yuliansyah menambahkan, keputusan ini sekaligus mempertegas posisi Gerindra sebagai rumah perjuangan politik yang konsisten pada ideologi dan loyalitas.
“Saya bersama seluruh DPC Gerindra se-Kalbar menyatakan sikap dengan jelas: Gerindra bukan rumah singgah politik. Integritas partai tidak boleh ditukar dengan momentum sesaat. Siapa pun yang ingin bergabung harus memahami bahwa Gerindra adalah rumah perjuangan. Bukan tempat berlindung bagi mereka yang mencari keuntungan pribadi. Penolakan ini adalah keputusan final dan bentuk pertanggungjawaban kami kepada seluruh kader militan yang telah berjuang,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa DPD dan DPC Gerindra Kalbar tetap solid menjaga jati diri partai. Bagi mereka, perjuangan dan loyalitas kader adalah hal yang tidak bisa ditukar dengan kepentingan politik jangka pendek.




