Berita  

Fraksi PKB DPRD Kalbar Gelar Dialog dan Serap Aspirasi Bersama Mahasiswa, Akademisi, dan Tokoh Masyarakat

Fraksi PKB DPRD Kalbar gelar dialog publik serap aspirasi mahasiswa, akademisi, tokoh masyarakat, dan adat pada 29 September 2025. Hadir langsung lima anggota DPRD Fraksi PKB.
Fraksi PKB DPRD Kalbar gelar dialog publik serap aspirasi mahasiswa, akademisi, tokoh masyarakat, dan adat pada 29 September 2025. Dihadir langsung lima anggota DPRD Fraksi PKB.

Fakta Warga – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kalimantan Barat menggelar kegiatan Dialog dan Serap Aspirasi Publik pada Selasa sore (29/9) sebagai upaya memperkuat hubungan antara wakil rakyat dengan masyarakat akar rumput. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, akademisi, tokoh masyarakat, dan tokoh adat.

Acara ini semakin bermakna dengan kehadiran langsung lima anggota DPRD dari Fraksi PKB, yakni Mulyadi Tawik selaku Ketua Fraksi sekaligus Ketua DPW PKB Kalbar, H. Robi Nazarudin, Hj. Juliarti Djuhardi Alwi, H. Muhammad Tohir, serta M. Rizki Wahab. Kelima legislator tersebut hadir untuk mendengar langsung aspirasi warga dan menjadikannya landasan dalam proses pengambilan kebijakan di DPRD.

Dalam sambutannya, Mulyadi Tawik menegaskan bahwa dialog publik ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata dari komitmen Fraksi PKB untuk menjadikan DPRD sebagai rumah rakyat.

“Kami tidak datang untuk sekadar mendengar, kami datang untuk membawa pulang suara masyarakat ke ruang-ruang sidang DPRD. Aspirasi yang disampaikan hari ini akan menjadi dasar perjuangan kami di lembaga legislatif,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa PKB akan terus memperluas ruang dialog serupa di berbagai wilayah Kalbar agar masyarakat dari berbagai latar belakang merasa terlibat langsung dalam proses pembangunan.

“Kami ingin membuktikan bahwa politik bisa bersih, terbuka, dan berpihak. Inilah politik yang membumi,” tambah Mulyadi.

Salah satu akademisi yang hadir, Dr. Tuan Guru Yasmin, mengapresiasi inisiatif Fraksi PKB yang dinilainya sebagai langkah cerdas dan rendah hati. Menurutnya, sinergi antara kaum intelektual, tokoh adat, dan wakil rakyat adalah fondasi penting bagi pembangunan daerah yang inklusif.

“Ketika legislatif mau duduk bersama rakyat dan dunia akademik, maka lahirlah kebijakan yang tidak hanya tepat sasaran tapi juga berkeadaban,” ucapnya.

Baca Juga: Prabowo Gebrak Podium di PBB, Jokowi Puji: Itu Brand Baru Indonesia

Dari kalangan mahasiswa, Faisal, salah satu peserta diskusi, menyampaikan pandangannya dengan penuh semangat. Ia menyoroti isu-isu yang relevan dengan generasi muda, seperti pendidikan, pengangguran, dan minimnya akses terhadap ruang ekspresi. Namun di sisi lain, Faisal juga memberikan apresiasi terhadap langkah Fraksi PKB.

“Saya mewakili teman-teman mahasiswa mengucapkan terima kasih kepada Fraksi PKB yang sudah mau turun langsung mendengar kami. Ini langkah yang luar biasa. Di saat banyak wakil rakyat hanya hadir saat kampanye, Fraksi PKB justru hadir untuk mendengar dan berdiskusi. Kami harap ini bukan yang terakhir,” ujar Faisal.

Menurutnya, kegiatan seperti ini memberi harapan baru bahwa suara pemuda bisa didengar dan dipertimbangkan secara serius.

“Kami butuh ruang untuk berkontribusi, bukan sekadar didengar. Dan hari ini kami merasa dilibatkan. Ini patut diapresiasi,” tambahnya.

Diskusi yang berlangsung lebih dari dua jam itu menghasilkan sejumlah catatan penting yang akan dibawa Fraksi PKB ke forum DPRD. Agenda ini menjadi bukti bahwa dialog dan kolaborasi lintas elemen masyarakat adalah kunci utama dalam membangun Kalimantan Barat yang lebih baik, inklusif, dan berkeadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *