Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tinjau Ulang Kegiatan Sekolah, Wisuda, dan Bahan Ajar Digital

Foto: Grandyos Zafna/detik.com
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tinjau Ulang Kegiatan Sekolah, Wisuda, dan Bahan Ajar Digital

Fakta Warga, Magelang – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan dan sistem pembelajaran di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat TK hingga SMA. Salah satu hal yang di soroti adalah praktik wisuda yang di nilai kurang relevan, terutama untuk tingkat TK, SD, dan SMP. Hal ini di sampaikan Dedi melalui unggahan video di akun Instagram resminya, @dedimulyadi71, saat sedang berjalan kaki dan berolahraga santai di sela-sela kegiatan retretnya di Magelang, Minggu (23/2/2025).

“Ada pertanyaan, Kang Dedi, kalau TK, SD, SMP bagaimana? Masih tuh kegiatannya di laksanakan study tour, kenaikan kelas di bikin wisuda-wisuda, kelulusan di bikin seperti pesta kawinan,” ujar Dedi dalam video tersebut.

Wisuda TK-SMP Di nilai Kurang Relevan

Dedi mengkritik praktik wisuda yang di adakan oleh sekolah-sekolah, terutama untuk tingkat TK dan SD. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak. Bahkan, beberapa sekolah di nilai mengemas acara wisuda dengan cara yang berlebihan dan tidak masuk akal.

“Masih ada kegiatan TK-TK yang tidak ada relevansinya dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Kegiatannya menjadi aneh-aneh,” ungkapnya.

Dedi berencana mengajak para Bupati dan Wali Kota di Jawa Barat untuk berdiskusi dan membuat komitmen bersama guna mengevaluasi dan memperbaiki sistem pendidikan, termasuk praktik wisuda yang di nilai tidak perlu.

“Saya katakan TK, SD, SMP itu kewenangan pengelolaannya di bawah dinas pendidikan kabupaten/kota. Nanti saya akan mengajak para Bupati/Wali Kota untuk bikin komitmen bersama,” tegasnya.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Melakukan Pengecekan Aset Kendaraan Dinas di Gedung Pakuan

Pembelajaran Kembali ke Buku Fisik

Selain menyoal wisuda, Dedi juga menyoroti penggunaan bahan ajar digital di sekolah-sekolah. Ia mengusulkan agar siswa kembali menggunakan buku fisik sebagai bahan ajar utama, mengingat. Penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran melalui perangkat digital dapat menurunkan daya ingat siswa.

“Termasuk tidak lagi menggunakan sistem pelajaran digital di sekolah-sekolah dengan perangkat HP. Di negara-negara maju, sudah terbukti bahwa daya hafal dengan perangkat digital itu rendah. Lebih baik menggunakan buku lagi. Kenapa? Karena otak kiri dan otak kanan anak-anak kita sedang tumbuh dan harus berkembang,” jelas mantan Bupati Purwakarta tersebut.

Rencana ini akan segera di bahas lebih lanjut oleh Dedi bersama para Bupati dan Wali. Kota setelah ia menyelesaikan retret Kepala Daerah di Magelang.

“Nanti akan kita buat selepas dari kegiatan retret di Magelang. Saya akan segera bertemu para Bupati dan. Wali Kota untuk membuat komitmen bersama tentang pengembangan pendidikan di Jawa Barat yang berkarakter,” ujarnya.

Pendidikan Berkarakter Sesuai Lingkungan

Dedi menekankan pentingnya pendidikan yang mengembangkan karakter siswa sesuai dengan usia dan lingkungannya. Ia berharap, melalui sistem pendidikan yang tepat, siswa-siswa di. Jawa Barat dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan mampu berkontribusi secara global.

“Sehingga anak-anak tumbuh karakternya sebagai anak-anak, remaja tumbuh karakternya sebagai remaja, dewasa tumbuh karakternya sebagai dewasa. Orang gunung paham karakter gunung, orang laut paham karakter laut, orang kota paham karakter kota. Mereka mampu mengembangkan ekosistem-ekosistem ekonomi, sehingga anak-anak. Jawa Barat ke depan menjadi penguasa di Nusantara ini, dan bila perlu mereka bisa berekspansi menjadi tokoh dunia,” pungkas Dedi.

Dengan langkah ini, Dedi Mulyadi berharap dapat menciptakan sistem pendidikan di Jawa Barat yang lebih. Relevan, efektif, dan berkarakter, sesuai dengan kebutuhan generasi muda dan tantangan zaman.

Baca Selengkapnya: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Melakukan Pengecekan Aset Kendaraan Dinas di Gedung Pakuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *