Fakta Warga – Kabar duka datang dari Kalimantan Barat. Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), sekaligus Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Pontianak, H. Hasyim Hadrawi, ST, meninggal dunia pada Selasa, 20 Januari 2026. Almarhum lahir di Yogyakarta, 15 Juni 1968.
Kepergian H. Hasyim Hadrawi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta jejaring organisasi kepemudaan dan keagamaan yang selama puluhan tahun menjadi ladang pengabdiannya. Sosoknya dikenal luas sebagai pribadi yang tenang, inklusif, dan konsisten merawat ruang dialog di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.
Riwayat pendidikannya dimulai di SDN Singkawang, dilanjutkan ke MTsN 2 Pontianak dan SMA Negeri 1 Pontianak. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan tinggi di Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak.
Aktivisme H. Hasyim Hadrawi tumbuh sejak masa mahasiswa. Ia bergabung dengan PMII sejak 1986 dan dipercaya mengemban sejumlah amanah, di antaranya Ketua III PC PMII Pontianak (1989–1990) serta Ketua Litbang PC PMII Pontianak (1990–1991). Di tingkat wilayah dan nasional, almarhum juga pernah menjadi Anggota Mabinnas PB PMII dalam beberapa periode dan hingga akhir hayatnya masih menjabat sebagai Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Alumni PMII Kalimantan Barat.
Di ranah kepemudaan, rekam jejaknya terbilang panjang. Ia pernah menjabat Bendahara PW IPNU Kalbar (1989–1991), Sekretaris PW GP Ansor Kalbar (1990–1992), Ketua PW GP Ansor Kalbar selama dua periode (1992–1996 dan 1996–2000), hingga Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor pada periode 1996–2005 dan 2005–2010. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Wakil Sekretaris DPD KNPI Kalbar (1994–1997) serta Wakil Sekretaris Jenderal DPP KNPI (2002–2005).
Di lingkungan Nahdlatul Ulama, H. Hasyim Hadrawi pernah mengemban amanah sebagai Sekretaris PW NU Kalimantan Barat periode 2017–2022. Hingga akhir hayatnya, ia masih aktif sebagai Wakil Ketua DPW Hebitren Kalimantan Barat sejak 2022.
Sebagai pejabat publik, nama H. Hasyim Hadrawi dikenal luas saat menjabat Kepala Bakesbangpol Kota Pontianak. Ia dipandang sebagai figur pemersatu yang mampu menjembatani pemerintah dengan berbagai elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan kepemudaan. Pendekatan dialogis, sikap rendah hati, serta komitmen menjaga stabilitas sosial menjadi ciri kepemimpinannya.
Wafatnya H. Hasyim Hadrawi menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi institusi yang pernah ia pimpin, tetapi juga bagi dunia aktivisme, kebangsaan, dan gerakan keumatan di Kalimantan Barat. Ia dikenang sebagai sosok yang memilih bekerja dalam senyap, merawat harmoni, dan menempatkan persatuan di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Kepergian H. Hasyim Hadrawi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta jejaring organisasi kepemudaan dan keagamaan yang selama puluhan tahun menjadi ladang pengabdiannya. Sosoknya dikenal luas sebagai pribadi yang tenang, inklusif, dan konsisten merawat ruang dialog di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.




