YOGYAKARTA – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sukses melaksanakan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA). Kegiatan kaderisasi awal ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (13–14/12/2025), bertempat di SMP Ma’arif Gamping, Sleman.
Mengusung semangat penanaman ideologi, MAPABA ini menjadi gerbang utama bagi mahasiswa UMY untuk mengenal nilai-nilai keorganisasian, komitmen perjuangan, serta paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah.
Ketua Komisariat PMII UMY, Sahabat Ade Zaakaria, mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa MAPABA bukan sekadar seremonial, melainkan langkah awal menuju perjuangan yang sesungguhnya.
“Kami bertekad untuk terus mengibarkan panji-panji Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di lingkungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,” tegas Ade dalam sambutannya.
Agenda ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Gus Syukron Arif Muttaaqin, S.E., M.A.P., Tanfidziyah MWC NU Kapanewon Gamping K.H. Silahudin Djamil, Ketua Cabang PMII D.I. Yogyakarta Sahabat Muh. Faisal, serta demisioner PMII UMY Sahabat Miftahul Awal Rahman. Kehadiran para tokoh ini memberikan suntikan moral dan penguatan ideologis bagi para peserta.
Sinergi NU dan Mahasiswa
Dalam kesempatan tersebut, Ketua MWC NU Kapanewon Gamping, K.H. Silahudin Djamil, memberikan motivasi sekaligus penegasan mengenai hubungan struktural dan kultural antara PMII dengan Nahdlatul Ulama.
“MAPABA adalah proses awal pembentukan kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial. PMII UMY harus mampu melahirkan kader yang istiqamah menjaga nilai Aswaja, berakhlak mulia, serta responsif terhadap persoalan umat dan bangsa,” ujar Kiai Silahudin.
Senada dengan itu, Ketua PC PMII DIY, Sahabat Muh. Faisal, menekankan pentingnya konsistensi kader dalam menjaga nilai moderasi beragama.
“MAPABA merupakan ruang pembentukan karakter berlandaskan nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemahasiswaan. Kehadiran PC PMII DIY di sini adalah bentuk dukungan nyata terhadap kaderisasi di tingkat komisariat sebagai fondasi utama organisasi,” jelas Faisal.
Sementara itu, Gus Syukron Arif Muttaaqin selaku tuan rumah dan representasi tokoh masyarakat, menyambut baik kegiatan mahasiswa di SMP Ma’arif Gamping. Ia sempat menyinggung sejarah sekolah yang berdiri sejak tahun 1960-an tersebut yang terus berkomitmen mengembangkan pendidikan berbasis budaya.
“SMP Ma’arif Gamping berupaya membentuk peserta didik yang unggul akademik sekaligus berkarakter melalui integrasi nilai lokal, seperti karawitan dan tari tradisional. Semangat menjaga budaya dan nilai luhur ini sejalan dengan semangat kader PMII,” tutur Gus Syukron.
Kegiatan MAPABA ditutup dengan pembaiatan peserta, menandai sahnya mereka bergabung menjadi keluarga besar PMII UMY yang siap berproses dan menempa diri dalam dinamika organisasi.




