FAKTAWARGA – Pontianak, 10 November 2025 Kobaran semangat juang tampak menyala di kawasan Taman di gulis Kota Pontianak, saat kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pontianak Raya menggelar aksi refleksi dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional.
Mengangkat tema “Saatnya Pemuda Bicara Untuk Negeri,” aksi refleksi ini menjadi bentuk perlawanan terhadap sikap acuh generasi muda terhadap nilai-nilai kepahlawanan dan nasionalisme. Dalam kegiatan tersebut, para kader PMII menyerukan pentingnya meneladani semangat para pahlawan yang berjuang tanpa pamrih demi tegaknya kemerdekaan bangsa.
Ketua Cabang PMII Pontianak Raya, Faisal, S.H., menyampaikan bahwa aksi refleksi ini menjadi wujud kesadaran bersama untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan di tengah tantangan modernisasi dan individualisme.
“Pahlawan sejati adalah mereka yang terus berjuang di ruang pengabdian masa kini — di kampus, di jalan, dan di tengah masyarakat. Semangat juang harus terus hidup, bukan sekadar di kenang. PMII hadir untuk memastikan nyala perjuangan tidak pernah padam,” tegas Faisal dengan penuh semangat.
Baca juga: Hari Pahlawan 2025: Waktu untuk Refleksi dan Aksi Nyata
Sekretaris Cabang PMII Pontianak Raya, Ricky Chandra, S.Sos., menyebut bahwa momentum refleksi Hari Pahlawan menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk memperkuat peran mereka dalam menjaga persatuan dan memperjuangkan keadilan sosial.
“Mahasiswa masa kini harus berada di barisan depan dalam memperjuangkan kebenaran dan membela rakyat. Semangat kepahlawanan tak boleh hanya menjadi kenangan sejarah, tetapi harus hidup dalam sikap kritis dan gerakan sosial hari ini,” ujar Ricky tegas.
Rangkaian refleksi tersebut diwarnai dengan pembacaan puisi perjuangan, doa bersama untuk para pahlawan, dan penyalaan lilin di sekitar Tugu Digulis sebagai simbol semangat yang tak pernah padam. Suasana penuh haru dan semangat terasa ketika para kader meneriakkan yel-yel perjuangan serta membentangkan spanduk berisi pesan moral kebangsaan.
Melalui kegiatan ini, PMII Pontianak Raya mengingatkan generasi muda agar tidak berhenti pada euforia peringatan semata, melainkan meneladani semangat pahlawan lewat aksi nyata, keberanian bersikap, dan kepedulian terhadap persoalan sosial di Kalimantan Barat dan Indonesia secara luas.
“Perjuangan hari ini adalah melawan ketidakadilan, kebodohan, dan kemiskinan. Itulah bentuk kepahlawanan modern yang harus kita teruskan,” tutup Faisal.




