Fakta Warga, Kubu Raya – Hari ketiga pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa IAIN Pontianak kelompok Sungai Malaya 2 diisi dengan rangkaian kegiatan padat dan bermakna 24/7.
Sejak pagi hingga sore, para mahasiswa menjalankan tugas utama mereka dengan penuh semangat: mengajar di tiga jenjang pendidikan yang ada di Desa Sungai Malaya, yakni MI, MTs, dan MA Hidayatus Shibyan Parit Na’im.
Kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 17.15 WIB. Setiap mahasiswa telah ditempatkan sesuai jenjang dan jadwal masing-masing. Mereka tampak antusias dan adaptif dalam mengajar, menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan di setiap kelas.
“Anak-anak sangat kooperatif dan cepat beradaptasi. Kami berusaha menyampaikan materi dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami,” ujar salah satu mahasiswa pengajar di MA Hidayatus Shibyan.
Baca Juga: Mahasiswa IAIN Pontianak Laksanakan KKL di Desa Sungai Malaya
Pembelajaran berlangsung secara bergilir dan menyesuaikan karakteristik peserta didik. Tim dokumentasi juga turut mencatat dan mengabadikan setiap kegiatan untuk memastikan semuanya berjalan tertib dan terdokumentasi dengan baik.
Usai kegiatan belajar-mengajar, sore harinya para mahasiswa melanjutkan agenda dengan memberikan pelatihan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di lapangan sekolah. Pelatihan ini dipimpin oleh salah satu anggota kelompok yang memiliki latar belakang sebagai pelatih Paskibra.
Latihan baris-berbaris dasar diikuti oleh siswa-siswi terpilih dari MTs dan MA. Meski cuaca cukup terik, para peserta tetap bersemangat dan menunjukkan kedisiplinan tinggi selama sesi latihan.
“Semangat mereka luar biasa. Mereka cepat tanggap, disiplin, dan kompak,” ungkap sang pelatih.
Menjelang malam, pukul 18.30 WIB, seluruh mahasiswa kembali ke posko dan mengikuti tahlilan bersama tuan rumah. Tradisi malam Jumat ini menjadi sarana mempererat hubungan mahasiswa dengan warga serta wujud penghormatan terhadap budaya dan nilai-nilai keagamaan setempat.
“Tahlilan ini memperkuat rasa kebersamaan kami, baik antaranggota kelompok maupun dengan masyarakat desa,” ujar Koordinator KKL kelompok Sungai Malaya 2.
Hari ketiga KKL ditutup dengan penuh rasa syukur. Mahasiswa mengaku mendapatkan banyak pelajaran penting, mulai dari praktik pendidikan di lapangan, penguatan karakter melalui kegiatan Paskibra, hingga pelestarian tradisi dan budaya lokal yang menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran sosial.




