Fakta Warga, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali melaksanakan. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam upaya mengurangi potensi bencana akibat cuaca ekstrem. Dalam operasi yang berlangsung pada Minggu (2/2/2025) ini. BPBD menaburkan 800 kilogram garam (NaCl) ke langit ibu kota menggunakan pesawat Cassa milik TNI Angkatan Udara.
OMC di lakukan untuk mengendalikan curah hujan dan mengurangi risiko banjir, terutama di wilayah yang rentan terhadap genangan air. Operasi ini berfokus di langit Jakarta bagian barat dan utara, daerah yang sering terdampak banjir akibat intensitas hujan yang tinggi. Upaya ini merupakan bentuk mitigasi proaktif pemerintah dalam mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi yang kerap melanda ibu kota.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya fenomena atmosfer yang dapat meningkatkan curah hujan di. Jakarta, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuator, dan Kelvin. Fenomena ini memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menyebabkan hujan lebat. Selain itu, BMKG juga mencatat adanya sirkulasi siklonik di beberapa wilayah, yang dapat memperparah kondisi cuaca ekstrem.
Baca Juga: Legislator PKB Miftahul Akhyar Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Mempawah
Baca Lagi: Banjir Susulan Rendam Pasar Desa Darit, Warga Diminta Waspada
Ini Lagi: Komisi IV DPRD Kalbar, Mulyadi Tawik, Tinjau Sungai di Kota Singkawang: Bahas Solusi Atasi Banjir
Prakiraan cuaca untuk Jakarta pada Senin (3/2/2025) menunjukkan kemungkinan hujan ringan hingga sedang di beberapa wilayah. Suhu udara di perkirakan berkisar antara 25 hingga 30 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 72 hingga 91 persen. BMKG juga memprediksi bahwa potensi hujan deras masih akan berlangsung hingga 4 Februari 2025.
Ketua Sub Kelompok Logistik dan Peralatan BPBD DKI Jakarta, Michael Sitanggang, yang juga bertindak sebagai juru bicara OMC 2025, menegaskan bahwa operasi ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem. “OMC dilakukan sebagai bagian dari mitigasi agar curah hujan yang turun tidak menyebabkan banjir besar di Jakarta,” ujarnya.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir. Selain OMC, Fenomena ini memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menyebabkan hujan lebat. Selain itu, BMKG juga mencatat adanya sirkulasi siklonik di beberapa wilayah, yang dapat memperparah kondisi cuaca ekstrem.
Pemerintah juga sudah menyiapkan berbagai langkah antisipatif lainnya, seperti. Pemantauan debit air sungai dan penguatan sistem drainase di beberapa titik rawan. Dengan berbagai upaya ini, di harapkan dampak bencana akibat curah hujan tinggi dapat di minimalkan dan aktivitas warga. Jakarta tetap berjalan dengan lancar.
Editor: Manher




