Fakta Warga – Bengkayang, Kalimantan Barat – Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri acara Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II 2025 di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (5/6/2025). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan apresiasi atas capaian peningkatan produksi jagung nasional yang signifikan, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah mewujudkan kedaulatan pangan dan swasembada pangan.
Produktivitas Meningkat Drastis, Ekspor Perdana Dimulai
Hasil panen jagung kuartal II 2025 mencapai 2,54 juta ton, jauh melampaui capaian kuartal I yang sebesar 118.975 ton. Peningkatan ini di dukung oleh perluasan lahan tanam dari 16.656 hektare (kuartal I) menjadi 218.350 hektare (kuartal II), dengan produktivitas melonjak dari 2 ton/hektare menjadi 9,3 ton/hektare.
baca juga: Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya Jagung di Bengkayang, Tunjukkan Komitmen Jaga Ketahanan Pangan
Keberhasilan ini tak lepas dari penerapan teknologi modern, termasuk penggunaan bibit unggul Hibrida P27 dan pupuk presisi MIGO Bhayangkara hasil riset Polda Kalbar. Dampaknya, pendapatan petani meningkat signifikan dari Rp500 ribu/bulan menjadi Rp4 juta/bulan.
Sebagai langkah awal ekspansi pasar, pemerintah melepas ekspor perdana 1.200 ton jagung ke Sarawak, Malaysia, sebagai bentuk penguatan posisi Indonesia di pasar global.
Prabowo: “Swasembada Pangan Kunci Kemerdekaan Sejati”
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa kedaulatan pangan adalah fondasi kemandirian bangsa.
“Tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka jika tidak mampu memproduksi pangannya sendiri. Indonesia tidak boleh hanya swasembada, tetapi harus menjadi lumbung pangan dunia,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi inisiatif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran Polri dalam mendorong program pangan nasional, termasuk pembangunan 18 gudang jagung untuk stabilisasi pasokan.
Target 2026 Setelah Panen Raya: Stop Impor Jagung, Genjot Ekspor
Prabowo optimistis bahwa pada 2026, Indonesia tidak hanya berhenti mengimpor jagung tetapi sudah mulai ekspor secara konsisten.
“Tahun lalu kita masih impor 500 ribu ton jagung. Tahun depan, saya di jamin oleh Menteri Pertanian dan Kapolri, kita sudah bisa ekspor!” ujarnya di sambut tepuk tangan petani.
Strategi pemerintah melibatkan sinergi TNI-Polri, akademisi, dan petani dalam pengembangan teknologi pertanian. Prabowo juga mengumumkan rencana pendirian 80.000 koperasi desa untuk memperkuat rantai pasok dan kesejahteraan petani.
“Kita buktikan, dengan gotong royong, Indonesia bisa bangkit sebagai negara makmur yang d ihormati dunia,” pungkasnya.
Dampak Jangka Panjang
- Peningkatan produksi jagung mendukung industri pakan ternak dan ketahanan pangan.
- Ekspor komoditas pertanian memperkuat neraca perdagangan.
- Kesejahteraan petani meningkat melalui pendapatan yang lebih stabil.
Dengan capaian ini, Indonesia semakin mantap menuju visi “Lumbung Pangan Dunia 2045”.




