FAKTA WARGA, Pontianak – Memasuki babak baru kepemimpinan Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kalimantan Barat, Mulyadi Tawik, SE., ME. resmi terpilih sebagai Ketua Pengurus Wilayah (PW) IKA PMII Kalbar periode 2025–2030. Ia terpilih secara aklamasi melalui mekanisme musyawarah mufakat dalam forum pemilihan yang digelar pada 29 Juni 2025 di Aula Kanwil Kemenag Kalbar, Pontianak.
Pemilihan ini menandai awal baru bagi organisasi alumni PMII Kalbar untuk melakukan konsolidasi dan penguatan peran strategis dalam kehidupan sosial-keagamaan serta kebangsaan. Menanggapi dinamika dan arah baru organisasi, Drs. H. Jipridin, M.Si, memberikan pandangan reflektifnya terkait arah gerak IKA PMII ke depan.
Dalam keterangannya via pesan WhatsApp pada Rabu sore (1/7/2025), Jipridin menekankan pentingnya kepemimpinan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga transformasional. Menurutnya, pemimpin IKA PMII di semua tingkatan. Baik di tingkat Pengurus Besar (PB), Pengurus Wilayah (PW), maupun Pengurus Cabang (PC) harus memiliki integritas, kompetensi, serta wawasan keislaman dan keindonesiaan yang kuat dan berimbang.
“Pemimpin IKA PMII harus menjadi lokomotif perubahan, bukan sekadar penjaga status quo. Kepemimpinan alumni harus membawa semangat pembaruan dan gerakan sosial yang nyata di tengah masyarakat,” ujar Jipridin yang juga Ketua Media Center Aswaja An-Nahdliyah UNU Kalbar.
Baca Juga: Mulyadi Tawik Resmi Pimpin PW IKA PMII Kalbar, Siap Perkuat Barisan Alumni
Ia juga menegaskan bahwa seluruh struktur kepengurusan IKA PMII termasuk Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO), Dewan Pakar, dan Pelaksana Harian harus menjadi sumber inspirasi, motivasi, serta ruang kanalisasi pemikiran strategis. Keberadaan mereka tidak hanya sebagai pelengkap struktur, tetapi sebagai motor penggerak internalisasi nilai-nilai kejuangan dalam tubuh organisasi.
Lebih lanjut, Jipridin mengutip QS. Ali Imran (3): 190–191 sebagai landasan spiritual bagi kader dan alumni PMII untuk menjadi insan ulil albab, yaitu pribadi pembelajar dan reflektif. Ia menjabarkan empat karakter yang perlu dimiliki:
- Berani berpikir secara dialektis
- Berani bersikap kritis
- Berani bertindak transformatif
- Aktif memberikan kontribusi terhadap lingkungan sosial
“Perubahan sejati bukanlah sesuatu yang datang secara ajaib, tetapi melalui proses yang konsisten dan bertahap. Langkah kecil yang dijalankan dengan tekun akan membawa dampak besar bagi kemajuan organisasi,” tambahnya.
Jipridin juga mengajak seluruh elemen IKA PMII untuk menyongsong masa depan dengan semangat kolektif dan kolegial. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran bersama, merawat persatuan, serta merajut kebersamaan dan harmoni.
Sebagai organisasi alumni yang berperan intelektual, moral, dan sosial. IKA PMII harus memahami jati dirinya termasuk kekuatan dan kelemahannya agar mampu menjalin kolaborasi yang luas dan produktif.
“Berebut dominasi hanya akan menggerus harmoni dalam pergaulan. Sementara membangun kolaborasi justru akan memperluas jangkar relasi dan memperkuat solidaritas,” tutup Jipridin.
Dengan semangat baru dan kepemimpinan yang solid. IKA PMII Kalbar di harapkan mampu menjadi motor perubahan sosial yang inklusif, solutif, dan kontributif dalam menjawab tantangan zaman.




