Fakta Warga, Jakarta — Struktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dikabarkan tengah mengalami perombakan. Salah satu posisi strategis yang disebut akan berubah adalah jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen), yang selama ini dipegang oleh Ahmad Muzani.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari Tempo.co, sumber internal Gerindra menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Budi Gunawan Sugiono digadang-gadang akan menggantikan Muzani sebagai Sekjen. Namun, hingga kini belum ada pengumuman resmi dari partai berlambang garuda tersebut.
Ahmad Muzani sendiri tercatat menjabat sebagai Sekjen Gerindra untuk periode 2020–2025. Meski Kongres Luar Biasa ke-VII yang digelar di Hambalang pada 13 Februari 2025 lalu telah menetapkan Prabowo Subianto kembali sebagai Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Gerindra untuk periode 2025–2030, namun struktur lengkap kepengurusan DPP belum diumumkan.
Gerindra dijadwalkan mengumumkan struktur pengurus barunya pada pekan depan.
Saat dikonfirmasi awak media terkait kabar perombakan itu, Ahmad Muzani membantah telah dilakukan serah terima jabatan Sekjen. “Enggak ada (serah terima jabatan Sekjen Gerindra),” ujarnya singkat di Kompleks Parlemen, Rabu (30/7). Namun, Muzani memilih bungkam saat ditanya apakah dirinya masih aktif sebagai Sekjen.
Profil Singkat Ahmad Muzani
Sebelum terjun ke dunia politik, Ahmad Muzani dikenal sebagai wartawan. Ia memulai karier jurnalistiknya di Majalah Amanah pada 1989. Kariernya berlanjut sebagai redaktur Radio Ramako pada 1995 dan menjadi pemimpin redaksi Berpolitik.com pada 1999.
Tahun 2003, Muzani mulai menapaki dunia bisnis. Ia dipercaya menjadi manajer di PT Tidar Kerinci Agung, perusahaan kelapa sawit milik Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo Subianto. Pada 2008, ia juga tercatat sebagai Komisaris PT Tambang Sungai Suir yang bergerak di sektor batu bara.
Muzani resmi bergabung dengan Gerindra pada 2009 dan terpilih menjadi anggota DPR dari Dapil Lampung I. Ia pernah menjadi anggota Pansus Century (2010), menjabat Ketua Fraksi Gerindra (2012–2024), dan dua kali menjabat Sekjen DPP Gerindra (2015–2020 dan 2020–2025).
Selama menjadi anggota DPR, ia pernah duduk di Komisi I dan Komisi II yang membidangi pertahanan, luar negeri, dan pemerintahan dalam negeri.




