Warga Peniraman Keluhkan Debu Truk, Minta Pemerintah Turun Tangan

Warga Desa Peniraman, Mempawah, keluhkan debu akibat truk angkutan tanah kuning. Pemerintah diminta turun tangan perbaiki jalan dan awasi perusahaan.
Warga Desa Peniraman, Mempawah, keluhkan debu akibat truk angkutan tanah kuning. Pemerintah diminta turun tangan perbaiki jalan dan awasi perusahaan.

FAKTA WARGA, Mempawah – Warga Desa Peniraman, Kabupaten Mempawah, kembali menyuarakan keluhan terkait debu tebal yang ditimbulkan oleh aktivitas truk pengangkut tanah kuning dari salah satu bukit di wilayah mereka. Debu yang beterbangan dinilai mengganggu kesehatan, mengotori rumah, dan menghambat aktivitas warga sehari-hari.

Seorang warga mengungkapkan, lalu lalang truk setiap hari membuat jalan desa dipenuhi debu, terutama saat musim kemarau. “Debu ini membuat anak-anak sering batuk dan pilek, mata pun terasa perih. Rumah kami harus dibersihkan berkali-kali karena debu masuk sampai ke dalam. Jelas mengganggu kenyamanan dan kesehatan,” ucapnya, Minggu (14/9).

Dampaknya tak hanya dirasakan pada kesehatan, tetapi juga ekonomi warga. Pedagang dan pemilik warung di sekitar jalan mengeluh dagangan cepat kotor sehingga pembeli enggan datang. “Kadang kami terpaksa menutup warung lebih awal. Kalau begini terus, pendapatan makin menurun,” tambahnya.

Baca Juga: Gubernur Ria Norsan Resmi Buka MTQ ke-33 Kalbar di Kapuas Hulu

Warga mendesak pemerintah dan perusahaan pengangkut untuk segera mengambil langkah. Mereka meminta adanya penyiraman jalan secara rutin dan penutupan muatan truk agar debu tidak semakin parah. “Kami harap pemerintah turun tangan memberi solusi cepat. Kalau perlu ada sanksi bagi perusahaan yang lalai menjaga lingkungan,” tegas salah satu warga.

Selain kesehatan dan ekonomi, keselamatan lalu lintas juga menjadi perhatian. Debu pekat kerap mengurangi jarak pandang, membuat pengendara motor harus ekstra hati-hati. Beberapa warga bahkan memilih menunda bepergian ketika lalu lintas truk sedang padat.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan perusahaan segera bertindak agar kualitas udara membaik dan aktivitas warga kembali berjalan normal tanpa gangguan debu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *