Fakta Warga – Menjelang pemilihan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak periode 2026–2030, nama Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag. mulai menjadi perhatian sebagai salah satu figur potensial dengan fondasi akademik dan keilmuan yang kuat.
Dikenal sebagai ulama sekaligus intelektual Muslim, Prof. Wajidi memiliki karakter akademik yang khas melalui perpaduan antara penguasaan ilmu turats (khazanah klasik Islam). Pendekatan akademik modern, dan pemikiran kontekstual yang relevan dengan perkembangan zaman.
Dalam dinamika pencalonan rektor, rekam jejak pendidikan, pengalaman akademik, hingga kapasitas manajerialnya menjadi sorotan utama.Basis keilmuan Prof. Wajidi dibangun sejak pendidikan pesantren. Ia menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Salafiyah Parappe Campalagian yang berfokus pada kajian kitab kuning. Serta Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani Campalagian, Polewali Mandar.
Di tingkat perguruan tinggi, ia secara konsisten menekuni bidang Tafsir dan Hadis. Pendidikan Strata 1 (S1) di selesaikannya di Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir Hadis IAIN Alauddin Makassar pada 1996. Setelah itu, ia melanjutkan studi magister (S2) pada Program Studi Tafsir Hadis di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan lulus pada 1999.
Baca Juga: Panas Ekstrem Arab Saudi, Jemaah Haji Diingatkan Waspadai Dehidrasi dan Heatstroke
Puncak perjalanan akademiknya diraih pada 2006 setelah menyelesaikan program doktor (S3) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Disertasinya mengkaji Asbab an-Nuzul dalam kitab tafsir Al-Maraghi menggunakan pendekatan ilmu kritik hadis, yang semakin mengukuhkan kepakarannya di bidang tafsir dan hadis.
Selain pendidikan formal, Prof. Wajidi juga mengikuti Pendidikan Kader Ulama (PKU) MUI Provinsi Sulawesi Selatan pada 1996 di bawah bimbingan Prof. Dr. Umar Shihab. Serta PKU MUI Pusat Jakarta pada 1997 yang dipimpin Prof. Dr. H.M. Quraish Shihab.
Untuk memperluas perspektif keilmuan global, ia juga mengikuti short course dosen perguruan tinggi di sejumlah kampus ternama di Kairo, Mesir, seperti Universitas Al-Azhar, Ain Syams, dan Darul Ulum.
Sebagai akademisi, fokus kajiannya meliputi studi Al-Qur’an, tafsir, dan hadis yang dikaitkan dengan realitas sosial. Kemanusiaan melalui pendekatan living Qur’an dan living hadis. Ia juga di kenal mendorong penguatan kurikulum berbasis integrasi ilmu dan pengembangan riset keislaman yang aplikatif.
Di bidang manajerial akademik, kapasitas kepemimpinannya terlihat saat menjabat Ketua Jurusan Dakwah di STAIN Pontianak sebelum bertransformasi menjadi IAIN Pontianak. Pada masa kepemimpinannya, di lakukan pengembangan akademik melalui pembukaan tiga program studi baru. Yakni Manajemen Dakwah, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, serta Studi Agama-Agama, melengkapi program studi yang telah ada sebelumnya.
Produktivitas intelektualnya juga tercermin dari lebih dari 20 karya ilmiah berbentuk buku yang membahas kajian Al-Qur’an, tafsir, hadis, hingga fikih. Pemikirannya turut di publikasikan melalui jurnal, makalah akademik, dan media digital.
Pengakuan terhadap kepakarannya tidak hanya datang dari tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga internasional. Pada 8 April 2026, ia menjadi narasumber dalam seminar internasional di Sambas yang melibatkan peserta dari sejumlah negara ASEAN.
Di tingkat nasional, Prof. Wajidi juga telah lama di percaya oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Sejak 2007 hingga 2025, ia terlibat sebagai Tim Pakar Pembahas Tafsir Al-Qur’an pada Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di berbagai daerah. Selain itu, ia juga menjadi bagian dari tim revisi terjemahan Al-Qur’an Kementerian Agama RI pada periode 2018–2019.
Dengan rekam jejak pendidikan yang kuat, pengalaman manajerial akademik, serta produktivitas intelektual yang konsisten, Prof. Wajidi Sayadi di nilai memiliki modal akademik dan kepemimpinan yang signifikan dalam kontestasi pemilihan Rektor IAIN Pontianak periode 2026–2030.




