Fakta Warga – Muhammad Dimas Saputra, siswa kelas XI SMA Negeri 8 Pontianak, berhasil meraih gelar Juara 1 Duta Genre Putera Kota Pontianak 2025. Ia tampil meyakinkan mewakili PIK-R SALING (Sahabat Konseling) berkat program inisiatifnya yang inovatif bertajuk “BERSAHAJA” (Berkolaborasi Bersama Sahabat Remaja).
Program yang diusung Dimas berfokus pada upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA di kalangan pelajar dengan pendekatan kolaboratif dan edukatif.
Melalui konsep peer-to-peer counseling, ia ingin menjadikan remaja sebagai sahabat bagi sesamanya untuk saling mendukung dan memberi ruang dialog yang sehat. “Remaja harus jadi subjek dalam perubahan sosial, bukan hanya objek dari program,” ujar Dimas dengan tegas.
Ia menilai, langkah preventif perlu dilakukan secara berkelanjutan agar isu penyalahgunaan NAPZA bisa ditekan sejak dini. Inovasi program “BERSAHAJA” inilah yang mengantarkan Dimas meraih predikat tertinggi dalam ajang Pemilihan Duta Genre Kota Pontianak 2025 bertema “The Clash of Khatulistiwa Champions.”
Kegiatan ini diselenggarakan oleh DP2KBP3A Kota Pontianak bekerja sama dengan Forum Genre Kota Pontianak, yang berlangsung sejak masa karantina 9–10 Oktober hingga malam final 11 Oktober 2025 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak.
Para peserta berasal dari berbagai PIK-R se-Kota Pontianak, baik jalur sekolah maupun masyarakat di enam kecamatan.
Usai dinobatkan sebagai juara, Dimas mengungkapkan rasa syukur sekaligus refleksi diri.
“Saya senang, perjuangan saya selama ini terbayar, tapi saya juga banyak evaluasi karena masih banyak yang harus saya perbaiki,” ucapnya rendah hati.
Baca Juga: DPW BERANI Kalbar Teguhkan Toleransi Lewat Pendidikan Kader
Ia mengaku menghadapi tantangan selama proses karantina, terutama menjaga fokus akibat kebiasaan begadang. “Saya suka begadang, jadi kadang kurang fokus. Tapi saya berusaha tidak menjadikannya alasan dan tetap melakukan yang terbaik,” tambahnya.
Dimas juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga, guru, dan teman-temannya yang memberi dukungan penuh sejak awal.
“Orang tua dan teman-teman di SMA 8 sangat mendukung. Saya ingin membuktikan bahwa dukungan mereka tidak sia-sia,” tuturnya.
Sebagai Duta Genre 2025, Dimas berkomitmen menjadikan program BERSAHAJA sebagai gerakan berkelanjutan yang melibatkan komunitas sekolah dan masyarakat.
“Karena isu ini dekat dengan lingkungan saya, saya ingin mempercepat penerapan program BERSAHAJA agar remaja sadar pentingnya menjauhi penyalahgunaan NAPZA,” jelasnya.
Ia berharap perannya sebagai duta dapat menginspirasi remaja lain untuk aktif berkontribusi positif di lingkungan masing-masing.
Dengan semangat dan kepedulian sosial yang tinggi, Dimas tak hanya membawa pulang piala juara, tetapi juga semangat baru bagi gerakan remaja berencana di Kota Pontianak. Ajang Duta Genre sendiri kini semakin dipandang bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kesadaran sosial generasi muda.




