Anies Baswedan Ajak Diaspora Indonesia Saling Dukung, Tanggapi Tagar #KaburAjaDulu

tangkapan layar yt/aniesbaswedan
Anies Baswedan Ajak Diaspora Indonesia Saling Dukung, Tanggapi Tagar #KaburAjaDulu

Fakta Warga, Jakarta – Jagat media sosial tengah di hebohkan dengan ramainya tagar #KaburAjaDulu, yang menjadi bentuk protes sosial terhadap berbagai persoalan di dalam negeri, mulai dari kenaikan biaya hidup hingga kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah. Tagar ini muncul sebagai respons dari banyaknya warga Indonesia yang berencana pindah ke luar negeri untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, turut merespons fenomena ini. Lewat thread beruntun di akun media sosialnya, Anies mengajak diaspora Indonesia untuk saling mendukung dan membuka jalan bagi sesama anak bangsa yang ingin merantau.

“Selamat pagi, teman-teman. Memenuhi janji dan menyambung serial tweet #KaburAjaDulu kemarin tentang kita butuh lebih banyak orang Indonesia yang berkiprah di luar negeri, izinkan kali ini saya ingin diskusi sedikit tentang diaspora dan crab mentality,” tulis Anies, di kutip Senin (24/2/2025).

Hidup di Negeri Asing: Bukan Hanya Soal Karier

Anies menjelaskan bahwa hidup di negeri asing bukan sekadar tentang meniti karier atau mengejar impian pribadi. Menurutnya, hidup di luar negeri juga merupakan kesempatan untuk membawa nama Indonesia ke panggung dunia dan membuka jalan bagi sesama anak bangsa.

“Setiap dari kita yang sudah lebih dulu menjejakkan kaki di luar negeri tahu, perjalanan ini jelas tidak mudah. Ada tantangan besar, ada rintangan menghadang. Tapi, kita juga tahu, SATU LANGKAH KECIL YANG BERHASIL bisa membuka pintu bagi langkah-langkah berikutnya,” ujarnya.

Anies menekankan bahwa keberhasilan sejati bukan hanya tentang sejauh mana seseorang melangkah, tetapi seberapa banyak orang yang bisa di ajak melangkah bersama. “Keberhasilan itu tidak terbatas jumlahnya. Sukses bukan sesuatu yang harus di perebutkan, tapi sesuatu yang bisa di gandakan dan di raih bersama,” tambahnya.

Crab Mentality dan Pentingnya Solidaritas

Anies juga menyoroti fenomena crab mentality di kalangan diaspora, yaitu sikap menarik turun sesama anak bangsa yang sedang berusaha meraih kesuksesan. Menurutnya, sikap seperti ini justru melemahkan ekosistem diaspora Indonesia di luar negeri.

“Teman-teman diaspora, bantu mereka yang ingin berjuang. Jangan kecilkan hati mereka dengan ketakutan berlebihan. Tapi juga, jangan biarkan mereka melangkah tanpa kesiapan. Tugas kita adalah memberi harapan dan sekaligus membekali mereka dengan pemahaman tentang tantangan yang ada,” pesan Anies.

Ia mengajak diaspora untuk menjadi jembatan, bukan tembok, bagi sesama anak bangsa yang ingin merantau. “Jadilah penyambung, bukan penghalang. Kita tidak hanya sedang membawa diri kita sendiri ke depan, tapi juga membawa nama Indonesia bersama kita,” ujarnya.

Diaspora sebagai Duta Bangsa

Anies menegaskan bahwa semakin banyak orang Indonesia yang berkiprah di luar negeri, semakin kuat posisi bangsa Indonesia di dunia. Menurutnya, diaspora Indonesia harus membangun jaringan, menciptakan peluang, dan menghadirkan dampak yang lebih besar bagi Indonesia di panggung global.

“Teman-teman diaspora di manapun berada, salam hormat telah ambil peran menjadi duta bangsa. Tiap langkah, tiap karya, tiap kiprah diaspora adalah wajah Indonesia di dunia. Semoga sukses selalu menyertai, jalan makin terbuka, dan jejak langkahnya mengibartinggikan nama Indonesia,” tutup Anies.

Dampak Positif Diaspora

Anies juga mengingatkan bahwa keberhasilan diaspora Indonesia di luar negeri tidak hanya menguntungkan secara individu, tetapi juga memberikan dampak positif bagi Indonesia. Salah satunya adalah melalui remitansi atau kiriman uang dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mencapai Rp 255 triliun pada tahun 2024.

Dengan solidaritas dan dukungan antar-diaspora, Anies berharap semakin banyak anak bangsa yang bisa meraih kesuksesan di luar negeri dan membawa nama Indonesia semakin di kenal di dunia. “Mari saling dukung. Di dunia yang luas ini, jaringan lebih berharga daripada persaingan, dan solidaritas justru bisa membantu tercapainya ambisi-ambisi pribadi,” pungkasnya.

Baca Selengkapnya: Bupati Kubu Raya Sujiwo Tetap Ikuti Retreat di Akmil Magelang Meski Ada Instruksi Megawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *