Dugaan Penyalahgunaan BBM, Wakil Guberbur Kalbar Siap Razia

wagub kalbar soroti penyimpangan bbm
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, Saat Sambutan pada Pembukaan Musprovlub Kadin Kalbar.

Fakta Warga, Pontianak – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, melontarkan kecaman keras. Terhadap dugaan penyalahgunaan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang marak terjadi di sejumlah wilayah Kalbar. Ia menyebut praktik mafia BBM ini telah merugikan negara dan menambah beban masyarakat kecil.

Dalam pernyataannya, Krisantus secara terang-terangan menyebut kawasan Lintang Batang sebagai salah satu titik rawan penyelewengan. Ia menjelaskan modus operandi yang di temukan di lapangan, yakni penggunaan truk bermuatan ganda yang dimodifikasi, masing-masing sisi membawa tiga drum solar subsidi.

“Belinya subsidi, jualnya ke industri. Ini jelas merugikan kita semua,” tegas Krisantus dengan nada geram dalam kegiatan Musprovlub Kadin Kalbar.

Baca Juga: Kritik Pedas Wagub Kalbar: Pangkat Militer Bukan Tiket Buka Kebun

Politikus PDIP ini mengaku tidak akan tinggal diam. Dalam waktu dekat, ia merencanakan razia gabungan yang melibatkan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dan Kejaksaan Tinggi Kalbar. Tujuannya adalah memastikan distribusi BBM sesuai aturan, termasuk mengecek keakuratan takaran di SPBU.

“Kita akan turun langsung. Cek semua SPBU, terutama takaran dan pola distribusinya,” ungkapnya.

Kemarahan Krisantus juga di picu oleh maraknya keluhan masyarakat dan sopir angkutan terkait harga solar yang di jual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Baru-baru ini, sebuah video viral di TikTok menunjukkan seorang sopir di Kubu Raya merekam antrean panjang sambil menyebut harga solar di jual Rp9.000 per liter, padahal HET resmi adalah Rp6.800 per liter.

Aksi protes para sopir pun telah berlangsung di Bundaran Tugu Alianyang, Kubu Raya, pekan lalu. Mereka menuntut penindakan tegas terhadap oknum SPBU dan mafia BBM yang di duga bermain di balik layar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *