Fakta Warga –Andika Permana resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Asosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya Indonesia (APPSBI) Kota Pontianak periode 2026–2030 dalam Musyawarah Kota (Muskot) yang digelar di Hotel G, Sabtu (23/5/2026).
Usai terpilih, Andika menegaskan fokus awal kepemimpinannya adalah melakukan pembenahan internal organisasi, mulai dari penyusunan struktur kepengurusan hingga penataan identitas organisasi seperti seragam, pin, dan atribut resmi.
“Pada tahap awal tentu kami fokus pada pembentukan kepengurusan dan pembenahan organisasi, termasuk hal-hal kecil seperti seragam, pin, dan atribut resmi,” ujarnya.
Selain penguatan internal, APPSBI Kota Pontianak juga mulai mempersiapkan diri menghadapi agenda olahraga masyarakat, termasuk Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (Forprov) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Singkawang pada Juni mendatang.
Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melakukan konsolidasi dengan berbagai perguruan pencak silat di Kota Pontianak guna memperkuat komunikasi, mempererat silaturahmi, sekaligus membangun sinergi antarorganisasi.
Menurut Andika, saat ini APPSBI Kota Pontianak telah memiliki sekitar 10 anggota aktif dan menargetkan jumlah tersebut terus bertambah hingga mencapai 30 anggota ke depan.
Baca Juga: Kasus Tambang Bauksit Kalbar, Kejagung Tetapkan SDT sebagai Tersangka
Ia menilai keberadaan APPSBI dapat menjadi ruang bersama bagi perguruan pencak silat untuk menyampaikan aspirasi, termasuk berbagai dinamika maupun persoalan yang berkembang di tengah organisasi pencak silat di daerah.
“Saya mendengar ada sekitar 40 perguruan pencak silat di Pontianak. Kalau semakin banyak yang bisa kita himpun, tentu akan menjadi kekuatan besar dalam membangun silaturahmi organisasi,” katanya.
Andika optimistis berbagai persoalan antarperguruan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik dan semangat kebersamaan.“Saya percaya dengan silaturahmi, semuanya bisa diselesaikan,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia berharap APPSBI Kota Pontianak tidak hanya hadir sebagai organisasi olahraga, tetapi juga mampu mengambil peran dalam menjaga, merawat, dan melestarikan pencak silat sebagai bagian dari budaya lokal masyarakat Pontianak dan Kalimantan Barat.




