Berita  

Dosen ITS Promosikan Budaya Madura ke Dunia Melalui Karya Desain

Dosen Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Naufan Noordyanto SSn MSn mengenalkan budaya Madura melalui karya posternya ke kancah internasional, di antaranya di Korea Selatan dan China. Foto: Humas ITS
Dosen ITS Promosikan Budaya Madura ke Dunia Melalui Karya Desain Internasional

Fakta Warga, Surabaya – Naufan Noordyanto, dosen Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), terus memperkenalkan kekayaan budaya. Indonesia ke kancah global melalui karya-karya desainnya. Kali ini, pria asal Pamekasan. Madura, ini mengangkat tradisi cukur rambut Madura dalam poster bertajuk. “Cukur Rambut Madura”, yang berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi di Korea Selatan dan China.

Mengangkat Kearifan Lokal ke Tingkat Global

Naufan, yang telah menghasilkan lebih dari 200 karya yang dipamerkan di. 46 negara, menyatakan bahwa tujuan utamanya adalah memperkenalkan keunikan budaya Indonesia kepada dunia.

“Saya ingin menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang berbeda dari negara lain. Tradisi cukur rambut di Madura, misalnya, bukan sekadar profesi, tetapi warisan turun-temurun yang sarat makna,” ujarnya, Selasa (22/4).

Ide pembuatan poster ini muncul dari fenomena tukang cukur rambut keliling yang menjadi pemandangan. Khas di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Madura. Naufan melihat bahwa meskipun profesi ini sering dianggap biasa, ia menyimpan nilai budaya yang dalam.

Baca juga: Barang Sitaan Kasus BJB, Motor Ridwan Kamil Masih di Bandung

Proses Kreatif dan Penghargaan Internasional

Poster “Cukur Rambut Madura” di kerjakan dalam waktu dua hari, dengan memadukan komposisi desain eksperimental dan tipografi yang selaras. Naufan juga menggunakan foto-foto lawas untuk memperkuat nuansa nostalgia dalam karyanya.

“Poster ini adalah eksperimen visual yang menggabungkan elemen tradisional dengan pendekatan desain kontemporer,” jelas alumnus magister. Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini.

Karya tersebut telah meraih sejumlah penghargaan bergengsi, antara lain:

  • The Best Most Jamet pada Typefest.ID 2024 International Typography Biennial (Surakarta, Indonesia)
  • Silver Award di Hehu International Poster Exhibition (Shenzhen, China)
  • Peserta Pameran di Korean Institute of Communications and Information Science (KICS) Summer Conference 2024 (Jeju, Korea Selatan)

Dukung SDGs dan Rencana ke Depan

Melalui karyanya, Naufan turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin. 11, yaitu menciptakan kota dan komunitas berkelanjutan dengan melestarikan warisan budaya.

“Saya berharap bisa terus berkontribusi melalui riset dan karya desain yang mengangkat identitas lokal Indonesia,” ucap desainer berusia 35 tahun ini.

Dengan prestasi ini, Naufan membuktikan bahwa kearifan lokal Indonesia memiliki daya tarik global, sekaligus memperkuat posisi. ITS sebagai kampus yang aktif mempromosikan budaya Nusantara di dunia internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *