FAKTA WARGA – Terbongkarnya praktik peredaran oli palsu di kawasan Kubu Raya, Kalimantan Barat, turut memicu kekhawatiran sejumlah pihak. Anggota DPRD Kalbar, Muhammad Rizka Wahab, menyebut peredaran produk ilegal tersebut di duga telah merambah hingga ke daerah-daerah perhuluan Kalimantan Barat.
Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu, Rizka yang akrab di sapa Agam menyampaikan bahwa keberadaan oli palsu tak hanya mengancam performa kendaraan, tetapi juga berpotensi menambah beban ekonomi masyarakat dan membahayakan keselamatan di jalan.
“Di wilayah hulu, masyarakat cenderung tergiur harga murah tanpa memperhatikan kualitas produk. Padahal, pelumas palsu bisa merusak mesin dan memicu biaya servis yang jauh lebih mahal,” ujarnya
Ia menuturkan, sepeda motor masih menjadi transportasi utama masyarakat di pedalaman Kalbar, terutama untuk menjangkau medan berat dan berbukit. Karena itu, kata Agam, kualitas pelumas sangat memengaruhi daya tahan mesin kendaraan.
“Kalau mesinnya cepat rusak, masyarakat kecil yang paling dirugikan,” tambahnya.
Baca Juga: Hoho Alkaf, Kades Bertato yang Gunakan Dana Desa Rp308 Juta untuk Usaha Ayam: “Besti-bestiku”
Rizka juga menyoroti lemahnya pengawasan distribusi produk di daerah hulu. Ia khawatir pelumas ilegal masuk melalui jalur darat dan sungai tanpa terdeteksi aparat.
“Minimnya akses dan pengawasan menjadi celah yang bisa dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab,” ujarnya.
Untuk itu, ia mendorong adanya edukasi masif terkait pentingnya penggunaan pelumas asli. Pemerintah daerah dan aparat hukum diminta aktif memantau serta melakukan razia di bengkel atau toko suku cadang.
“Kita juga akan ajak tokoh adat dan tokoh agama agar turut menyuarakan bahaya oli palsu,” kata Rizka.
Wakil Ketua Umum Aspelindo, Yomie Harlin, turut mengapresiasi kepedulian para legislator Kalbar. Menurutnya, kolaborasi dengan DPRD sangat penting untuk menekan peredaran oli palsu.
“Kami siap dukung lewat materi edukasi dan pelatihan untuk aparat daerah,” jelas Yomie.
Sebagai penutup, Rizka mengingatkan warga agar cermat dalam membeli pelumas.
“Gunakan bengkel resmi, cek keaslian oli, dan jangan tergoda harga murah. Kalau ada yang mencurigakan, segera laporkan. Ini soal keselamatan kita bersama,” tegasnya.




