Fakta Warga, Jakarta, 17 Mei 2025 – Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) UTBK mengungkapkan tren penurunan kualitas nilai peserta Ujian Tertulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2025. Sekretaris SNPMB Bekti Cahyo Hidayanto menyatakan bahwa nilai peserta cenderung semakin buruk seiring dengan berjalannya sesi ujian. Fenomena ini teramati sejak pelaksanaan UTBK SNBT 2024 lalu dan kembali terjadi pada tahun ini.
Bekti menjelaskan bahwa penurunan kualitas nilai peserta di duga kuat disebabkan oleh kebiasaan para peserta yang terlalu bergantung pada soal-soal sesi sebelumnya yang beredar di media sosial. Padahal, panitia sengaja menyusun soal yang berbeda untuk setiap sesi, meskipun memiliki kemiripan konsep.
“Data kami menunjukkan bahwa nilai peserta semakin menurun pada sesi-sesi akhir. Ini terjadi karena banyak peserta yang sekadar menghafal soal dari sesi sebelumnya, alih-alih mengasah daya nalar,” ujar Bekti dalam video resmi SNPMB yang di unggah di YouTube. Ia menambahkan, “Soal memang mirip, tetapi tidak sama. Ketika peserta hanya mengandalkan hafalan, daya juang dan kemampuan analisis mereka justru menurun.”
Mekanisme Penilaian dengan Item Response Theory (IRT)
Untuk memastikan keadilan dalam penilaian, panitia SNPMB menggunakan metode Item Response Theory (IRT), yang mempertimbangkan tingkat kesulitan soal dan performa peserta secara keseluruhan. Bekti memaparkan bahwa sistem ini memberikan bobot berbeda pada setiap soal berdasarkan seberapa banyak peserta yang mampu menjawabnya dengan benar.
baca juga: Komisi IV DPRD Kalbar Bahas Proyek Tol Pontianak –Kijing di Kementerian PU
“Soal yang di jawab benar oleh banyak peserta akan memiliki bobot lebih rendah, sementara soal yang hanya sedikit peserta bisa menjawabnya akan di beri bobot tinggi. Ini bertujuan untuk menyeimbangkan tingkat kesulitan antar sesi,” jelasnya.
Proses ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar, sehingga pengumuman hasil nilai UTBK SNBT biasanya baru bisa di lakukan beberapa minggu setelah ujian berakhir. “Kami harus melakukan penyetaraan nilai antar sesi karena setiap sesi memiliki variasi soal yang berbeda. Selain itu, bobot setiap soal juga harus di hitung secara cermat,” tambah Bekti.
Dampak dan Rekomendasi bagi Peserta
Kebiasaan menghafal soal tanpa memahami konsep di nilai menjadi masalah serius yang memengaruhi kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. SNPMB menyarankan agar calon mahasiswa lebih fokus pada penguatan pemahaman materi dan kemampuan analitis, bukan sekadar mencari bocoran soal.
“UTBK SNBT dirancang untuk mengukur kemampuan kognitif dan logika peserta, bukan hafalan semata. Kami berharap peserta bisa lebih mempersiapkan diri dengan belajar secara komprehensif,” tegas Bekti.
Jadwal Pengumuman dan Proses Selanjutnya
Panitia SNPMB masih memproses hasil UTBK SNBT 2025 dan akan mengumumkannya dalam waktu dekat. Peserta dapat mengecek hasilnya melalui laman resmi SNPMB dengan memasukkan nomor peserta dan password yang telah didaftarkan.
Sementara itu, beberapa perguruan tinggi seperti Politeknik Keuangan Negara STAN telah mengubah kebijakan penerimaan mahasiswa baru dengan tidak lagi menggunakan nilai UTBK. Hal ini menandakan adanya evaluasi sistem seleksi nasional menuju metode yang lebih holistik.
Temuan SNPMB ini menjadi pengingat bagi dunia pendidikan Indonesia untuk tidak terjebak pada praktik menghafal instan. Diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam agar peserta didik mampu bersaing secara sehat dan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan nasional.




